Selasa, 30 Mei 2023

SEL SARAF DAN SARAF IMPULS (NERVE CELLS AND NERVE IMPULS)


A. SISTEM SEL SARAF

1.      Neuron dan Glia

Neuron berfungsi menerima informasi dan mengirimkannya ke sel lain, sedangkan dulu ya berfungsi sebagai pendukung kerja sel saraf. 

Struktur Sel Hewan

·         membran atau membran plasma, struktur yang memisahkan bagian dalam sel dan luar.

·         nukleus (dimiliki oleh semua hewan, kecuali mamalia), struktur yang mengatur dan mengendalikan aktivitas metabolisme dalam sel.

·         mitokondria, struktur yang melakukan aktivitas metabolisme dan menyediakan energi yang digunakan untuk sel.

·         ribosom, struktur yang merupakan sebagai tempat sintesis dan membuat protein dari semua asam amino.

·         retikulum endoplasma, berfungsi untuk mengangkut protein yang baru disintesis ke tempat lain.

 

Struktur Neuron




video mengenai neuron

·         badan sel, berfungsi menerima rangsangan dari dendrit kemudian meneruskan rangsangan tersebut ke akson.

·         dendrit, berfungsi untuk menerima dan menghantarkan rangsangan dari badan sel.

·         akson (neurit), bertugas mengantarkan impuls dari badan sel menuju efektor seperti sel otot atau sel kelenjar.

·         selaput mielin, melindungi sel saraf dari kerusakan dan mencegah bocornya impuls.

·         sel schwaan, berguna untuk mempercepat jalannya impuls dan menyediakan nutrisi bagi neuri.

·         nodus ranvier, sebagai loncatan impuls saraf agar cepat sampai ke tempat tujuan.

·         sinapsis, menyediakan koneksi antar neuron sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran informasi antar neuron tersebut.

 

Variasi Neuron

Neuron mempunyai variasi dalam berbagai ukuran, bentuk, dan fungsi. Variasi tersebut menentukan hubungan neuron dengan yang lain serta menentukan fungsinya. Misalnya saja dendrit purkinje yang bercabang banyak di otak memungkinkan untuk menerima input hingga 200.000 neuron. Sebaliknya, nelpon bipolar di retina yang memiliki cabang pendek menerima beberapa input dari beberapa sel.

 

Glia




video mengenai glia

Merupakan komponen lain dari sistem saraf dan melakukan banyak fungsi. Jumlah glia melebihi jumlah neuron pada korteks otak, namun secara keseluruhan jumlahnya hampir sama. Struktur yang ada pada sel glia secara umum terbagi atas empat macam:

a.      Sel glia yang mendominasi sistem saraf pusat atau sumsum tulang belakang dan otak, seperti:

·     mikroglia, sel kecil yang bereaksi sebagai fagosit dan juga dapat membersihkan komponen-komponen yang bisa mengancam sistem saraf.

·  oligodendrosit, sel yang memiliki peran dalam membentuk selubung mielin untuk sistem saraf pusat.

·    astrosit, berfungsi untuk menyatukan antar neuron dan berperan dalam aktivitas neutransmitter serta perbaikan untuk cedera otak.

·   sel ependim, berperan sebagai prekursor untuk sel saraf bawah otak dewasa serta melindungi medula spinalis.

b.      Sel glia yang mendominasi sel saraf tepi, seperti:

·  sel schwan, sel yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk selubung mielin sel saraf.

 

2.      Penghalang Darah-Otak (Blood Brain Barrier/BBB)


Blood Brain barrier berfungsi sebagai penjaga sistem pertahanan dan homeostatis otak. Endotelial BBB dengan segala keunikannya mampu mencegah masuknya zat asing dan patogen ke dalam jaringan otak. Ketika tubuh dehidrasi, kekurangan oksigen atau dalam kondisi puasa, BBB melakukan pengaturan sedemikian rupa sehingga komposisi zat esensial penunjang fungsi otak tetap pada pajak jumlah yang optimal.

BBB bergantung pada sel-sel endoterm yang membentuk dinding kapiler. Di luar otak sel-sel tersebut dipisahkan oleh celah kecil, namun di dalam otak sel-sel tersebut dapat memblokir virus, bakteri, dan bahan kimia berbahaya lainnya dari saluran.

 

3.      Makanan Vertebrata Neuron

Sebagian besar sel menggunakan berbagai karbohidrat dan lemak untuk nutrisi, tetapi neuron vertebrata bergantung pada glukosa. Karena metabolisme glukosa membutuhkan oksigen, maka yang akan pun membutuhkan pasokan Oksigen yang stabil. Untuk menggunakan glukosa tubuh membutuhkan vitamin B1 yaitu tiamina. Kekurangan tiamina dalam waktu lama menyebabkan kematian neuron dan suatu kondisi yang disebut sindrom korsakof yang ditandai dengan gangguan memori yang parah.

 

B.     IMPULS SARAF

1.      Potensi Istirahat Neuron

Pesan dalam sebuah jawaban dihasilkan dari potensi istilah dari neuron tersebut. Saat istirahat membran mempertahankan listrik Gradien yang juga dikenal sebagai polarisasi, perbedaan dalam muatan elektrik antara bagian dalam dan luar sel. Perbedaan dari tegangan tersebut disebut potensial istirahat.

 

Ketika membran neuron dalam keadaan istirahat, bagian dalam sel memiliki muatan yang lebih negatif dibandingkan dengan bagian luar. Biasanya, dalam keadaan ini, membran memiliki tegangan mendekati -70 mikrovolt (mV). Artinya, bagian dalam neuron lebih kecil 70 mV dari bagian luar, meskipun harus disebutkan bahwa tegangan ini dapat bervariasi, antara -30 mV dan -90 mV. Juga, saat ini ada lebih banyak ion natrium (Na) di luar neuron dan lebih banyak ion kalium (K) di dalamnya.

 

Mengapa potensi istirahat dibutuhkan? Tubuh menginvestasikan banyak energi untuk mengoperasikan natrium kalium yang mempertahankan potensial istirahat. Potensial istirahat mempersiapkan jawaban merespon dengan cepat sehingga eksitasi melakukan membuka saluran yang memungkinkan natrium untuk memasuki sel dengan cepat pula. Membran melakukan tugasnya terlebih dahulu dengan mempertahankan gradien konsentrasi natrium sehingga sel pun dapat dipersiapkan merespon rangsangan dengan penuh tenaga.

 

2.      Potensial aksi





video potensial aksi

Merupakan aliran ionik positif dan negatif yang bergerak di dalam membran sel. Tahap dalam potensial aksi terbagi atas:

a)      Tahap polarisasi

Merupakan tahapan potensial membran istirahat sebelum adanya potensial aksi. Pada membran negatif sebesar -900 mV.

b)     Tahap depolarisasi

Dimulai dari satu titik dipertemukan membran dan akan merambat ke seluruh permukaan membran. Pada tahap ini membran sangat permeabel reaktif terhadap ion Na dan kanal Na+ terbuka dan masuk ke dalam sehingga potensial membran meningkat dan mengakibatkan terjadinya overshoot jika potensial berada di atas 0.

c)      Tahap repolarisasi

Diawali dari suatu titik dan merambat ke seluruh permukaan membran sel. Bila seluruh membran sel sudah bermuatan negatif di sisi dalam, maka dikatakan sel dalam keadaan istirahat atau keadaan polarisasi kembali dan siap untuk menerima rangsangan berikutnya.

 

3.      Propagasi potensial aksi


Merupakan aliran ionik positif dan negatif yang bergerak di membran sel. Langkah awal pengelolaan informasi Indra adalah transformasi energi stimulus menjadi potensial reseptor, lalu menjadi potensial aksi pada serabut saraf.

 

4.      Selubung mielin dan konduksi saltatory

selubung mielin

konduksi saltatory

Potensial aksi terjadi melalui konduksi ion Na+ sign dan ion K+ di sepanjang akson. Saat terjadinya rangsangan, impuls akan dihantarkan sepanjang akson melalui perpindahan ion-ion tersebut. Di sepanjang akson terdapat pompa ion yang akan terbuka saat ada rangsangan, terbukanya pompa ini menyebabkan ion dari cairan ekstraseluler dapat masuk ke dalam cairan intraseluler maupun sebaliknya. Konduksi ion tersebut dapat terjadi di membran akson yang tidak ditutupi oleh selubung mielin. Pada saraf yang aksonnya dilapisi oleh selubung mielin terjadi konduksi saltatori. Konduksi saltatori adalah potensial aksi yang bergerak melompat-lompat dari nodus ranvier ke nodus ranvier selanjutnya. Konduksi ini memungkinkan hantaran impuls berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan konduksi pada saraf yang tidak diselubungi oleh mielin. Pada saraf yang tidak diselubungi mielin konduksi berlangsung di sepanjang membran akson. Sehingga luas permukaan yang harus dilewati oleh potensial aksi lebih panjang dan memakan waktu lebih lama dibandingkan konduksi saltatori.

 

5.      Neuron local

Neuron tanpa akson bentukan informasi hanya dengan neuron terdekatnya, oleh karena itu disebut dengan lokal. Neuron lokal tidak tidak memiliki akson sehingga membuatnya tidak mengikuti Hukum The All or None. Ketika sebuah nelpon lokal menerima informasi dari orang lain, Ia memiliki potensi bertingkat, potensi membran yang bervariasi besarnya sebanding dengan intensitas stimulus. Perubahan potensial membran menyebabkan segala arah ke daerah sel yang berdekatan. Area sel yang berbeda ini menghubungkan neuron lain dan merangsangnya atau menghambatnya.

 

6.      Hukum the all or none

Merupakan prinsip bahwa kekuatan di mana saraf atau serat otot merespon stimulus tidak tergantung pada kekuatan stimulus. Jika stimulus itu melebihi ambang batas potensial, saraf otot akan memberikan respon yang lengkap. Namun jika tidak ada tanggapan ini berlaku untuk seluruh otot rangka bukan hanya untuk saraf otot tunggal.


Jurnal referensi:


Anggota Kelompok 4:

  1. Riska Alkaysa 0603522040 
  2. Aminah 0603522052 
  3. Dafita Tyaga Tsany 0603522054 
  4. Fahira Azra Noor 0603522055 
  5. Firmanda Rhamanisah Hiqma 0603522056 
  6. Lyra Djakiyyah 0603522060 
  7. Thesa Risanda Putri 0603522064
  8. Kaisyah Aliyyah Hilba Siregar 0603522067
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INTERNAL REGULATION

Internal regulation Temperature Regulation Berikut pengamatan yang membingungkan para ahli biologi selama bertahun-tahun: Ketika seekor ular...